Pregnancy exercise & nutrition

Program diet ditawarkan ber-KONSEP NUTRISI. Sehingga kebutuhan Nutrisi Sel Tubuh PASTI Terpenuhi. Klik disini lihat PRODUK!

read more

Your blood sugar levels

Program diet sehat turun berat badan.

read more

Exercise and Physical Fitness

Sudah banyak Keberhasilan dari produk Herbalife,Apakah anda ingin Sukses spt Mereka? TANYAKAN kpd KAMI caranya,Kami siap membantu.

read more

Saturday, February 8, 2014 @ 02:02 AM
posted by admin

Formula 1 Shake Nutrition

Friday, February 7, 2014 @ 02:02 AM
posted by admin

Pengganti Makanan untuk Kesehatan dan Pengendalian Berat Badan

Menjadi Sehat pada dasarnya adalah mencapai dan memelihara berat badan yang benar.

Formula 1 dapat membantu anda mencapai hal ini.

Entah Anda meminum Shake sehari satu kali sebagai makanan sehat atau dua Shake sehari sebagai bagian dari program pengelolaan berat badan anda, anda dapat mempercayai Formula 1 dalam memberikan solusi sehat yang sempurna bagi Anda.

Manfaat Utama:

-          Rendah Kalori hanya 250 kalori setiap sajian saat dicampur dengan susu skim non fat 300ml (dan 80kalori jika dengan air biasa)

-          Rendah kandungan lemaknya, baik yang tersaturasi dan yang tidak tersaturasi

-          Kaya mineral dan vitamin A, C, dan E yang termasuk anti-oksidan yang membantu memberantas molekul oksigen radikal bebas sehingga melindungi tubuh Anda.

-          Membantu memastikan bahwa diet anda melibatkan serat diet berkualitas dalam jumlah baik

-          Formula 1 telah dikembangkan untuk menyediakan sumber nutrisi baik yang seimbang secara alamiah dan dapat diserap dengan mudah.

-        read more

Niteworks, Produk Herbalife yang Baru saja didatangkan

Wednesday, July 8, 2015 @ 09:07 PM
posted by admin

Setelah ditunggu-tunggu, Akhirnya datang juga ke Indonesia, Alhamdulillah. Di negara lain mah sudah duluan lebih lama.

Saatnya Indonesia Semakin SEHAT dengan Niteworks Herbalife.

Siapa Dr. Louis J. Ignarro Ph.D yang menjelaskan di Vidoe di atas???

Dr. Louis J. Ignarro Ph.D Peraih NOBEL 1998 di bidang Kedokteran.
Penemuannya tentang NITRIC OXIDE, NITRIC OXIDE secara alamiah akan keluar dengan dukungan dari NITEWORKS HERBALIFE yang diminum.

read more

Beda Jenis Lemak Tubuh, Beda Pula Bahayanya

Thursday, July 2, 2015 @ 07:07 AM
posted by admin
KOMPAS.com – Lemak dalam tubuh ternyata ada bermacam-macam. Ada lemak coklat, lemak putih, lemak visceral, dan sebagainya. Beda lemaknya, beda juga bahayanya.
Untuk mengetahui jenis lemak apa yang ditimbun di tubuh Anda, ketahui ciri-cirinya.
- Jika Anda mudah membakar kalori, memiliki kadar gula normal, dan cenderung naik berat badan di musim dingin, maka Anda punya lebih banyak lemak coklat.
Dikenal juga sebagai jaringan adiposa coklat (brown adipose tissue/BAT), lemak ini banyak ditemukan di bagian punggung leher dan membantu mengubah makanan menjadi panas. Jika distimulasi oleh lingkungan dingin, lemak ini akan bekerja seperti otot, membakar kalori sebagai bahan bakar.
Orang dewasa dengan berat badan normal atau kurang kurang dari normal secara alami menyimpan 2-3 ons lemak coklat. Jumlah itu cukup untuk membakar 250 kalori sampai tiga jam. Lemak coklat juga membantu mengatur gula darah dan mencegah penyimpanan lemak saat kita makan berlebihan.
Jakarta, Berat badan sudah ideal atau bahkan turun selama sebulan berpuasa, yuk dijaga agar tak terus meroket naik. Mengapa? Dokter menyebutkan penambahan berat badan yang tak terjaga bisa menimbulkan beberapa risiko kesehatan, termasuk di antaranya penyakit jantung.
“Ketika puasa orang-orang lebih cenderung untuk makan dalam porsi sedikit dan teratur. Sedangkan ketika Lebaran, orang-orang akan lebih banyak mengisi perutnya dengan makanan ringan dan ngemil. Ngemil inilah yang dapat meningkatkan berat badan seseorang. Sebab dalam kue-kue Lebaran lebih banyak kadar karbohidrat dan kolesterol,” tutur ahli jantung dari RS Jantung Harapan Kita, dr Isman Firdaus, SpJP-FIHA, kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (6/8/2014).
dr Isman melanjutkan bahwa meningkatnya berat badan ini juga menimbulkan risiko penyakit kardiovaskular. Mengapa demikian?
“Hal itu dapat terjadi karena merusak lapisan endotel atau lapisan pembuluh darah koroner. Sama seperti kulit, jika lapisan ini rusak akan menyebabkan LDL (low density lipoprotein) atau lemak jahat dapat masuk ke dalam lapisan ini,” ungkapnya.
Firstrianisa Gustiawati – detikHealth
Bobot Naik Pasca Lebaran Justru Lebih Susah Diturunkan, Benarkah?Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Sebulan berpuasa, biasanya berat badan mengalami penurunan. Tapi setelah lebaran, dengan banyaknya kudapan yang tersedia, jarum timbangan bisa bergeser ke kanan, benarkah begitu?
“Berat badan yang naik turun saat puasa biasanya mengakibatkan efek yoyo. Kalau sudah terjadi memang sulit untuk diturunkan,” tutur dr Titi Sekarindah, MS, SpGK dari RS Pusat Pertamina ketika berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (6/8/2014).
Oleh karena itu, dr Titi menyarankan untuk tidak melakukan diet berlebihan saat puasa agar naik dan turunnya bobot tetap seimbang. Nah untuk mengatasi efek yoyo ada beberapa hal yang bisa dilakukan.
Disebutkan dr Titi, olahraga harus terus dilakukan dan diimbangi dengan pola makan yang sehat yang justru lebih efektif menurunkan berat badan karena porsi makan relatif seimbang. Porsi makan yang seimbang misalnya terdiri dari karbohidrat kompleks seperti beras merah, satu lauk, satu protein hewan, dan sayuran.

Berat Badan Naik Jadi Hal yang Paling Mengganggu Saat Lebaran

Thursday, July 2, 2015 @ 07:07 AM
posted by admin
Putro Agus Harnowo – detikHealth
Jakarta, Dalam berbagai budaya di masyarakat, kemeriahan hari raya selalu dilengkapi dengan suguhan beraneka ragam hidangan yang menggugah selera, tak terkecuali saat lebaran. Jika tidak dapat mengontrol diri, bisa-bisa berat badan langsung meroket usai hari raya. Selain itu, beberapa gangguan kesehatan lain juga dapat menyertai.
Ironis memang, lebaran memiliki konsekuensi lain yang bisa menjadi buruk bagi kesehatan. Ada beberapa risiko kesehatan yang bisa mengintai jika tidak hati-hati, mulai dari bertambah berat badan, ketularan pilek sampai kecelakaan lalu lintas. Mewaspadai ancaman tersebut setidaknya akan membuat liburan hari raya jadi lebih aman tanpa melupakan kemeriahannya.
Seperti dilansir US News dan Health.com, Rabu (22/8/2012), berbagai gangguan kesehatan yang sering terjadi ketika liburan dan hari raya antara lain:
1. Naik Berat Badan

Cuma Perut yang Buncit Lebih Bahaya Ketimbang Gemuk Rata

Thursday, July 2, 2015 @ 07:07 AM
posted by admin
Rahma Lillahi Sativa – detikHealth
Jakarta, Orang-orang dengan berat badan normal namun memiliki lemak perut alias perut buncit berisiko meninggal lebih tinggi akibat penyakit jantung daripada orang-orang yang mengalami obesitas dengan kegemukan yang rata.
“Studi kamu menunjukkan jika indeks massa tubuh (BMI) seseorang normal bukan berarti risiko terkena serangan jantungnya rendah. Jangan salah, hal ini justru bergantung pada distribusi lemak di dalam tubuhnya,” ujar salah satu peneliti Dr. Fransisco Lopez-Jimenez, seorang pakar kardiologi dari Mayo Clinic di Rochester, Minn.
Setelah mengamati 12.785 orang dewasa di AS selama 14 tahun, peneliti menemukan bahwa dalam kurun waktu itu diketahui ada 2.562 partisipan yang meninggal dunia, 1.138 diantaranya akibat penyakit jantung.

Buncit karena Lemak Visceral Tingkatkan Risiko Diabetes

Thursday, July 2, 2015 @ 07:07 AM
posted by admin
Linda Mayasari – detikHealth
Jakarta, Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan salah satu faktor risiko terbesar diabetes tipe 2. Tetapi risiko tersebut terjadi pada penderita obesitas yang disebabkan oleh timbunan jenis lemak tertentu. Kurangi risiko diabetes dengan membakar jenis lemak tersebut!
“Tidak semua orang yang menderita obesitas berisiko tinggi terhadap diabetes, hal ini tergantung pada jenis lemak apa yang menyebabkan kegemukan,” kata James de Lemos, MD, pemimpin studi dan profesor kedokteran internal di University of Texas Southwestern, seperti dilansir Prevention, Kamis (20/09/2012).
Obesitas bisa disebabkan oleh tumpukan lemak visceral, yaitu jenis lemak yang mengelilingi organ internal. Kelebihan lemak visceral di sekitar organ dalam biasanya ditandai dengan perut yang membuncit, atau disebut juga obesitas sentral.
Menurut sebuah studi baru di Journal of American Medical Association, jenis lemak ini diketahui berkontribusi terhadap peningkatan risiko diabetes.

Hati-hati, Diabetes Banyak Menyerang Orang Usia Produktif

Thursday, May 21, 2015 @ 07:05 AM
posted by admin
“Saat ini, di Indonesia tercatat ada 8,6 juta orang yang terkena diabetes, meningkat cukup besar dari tahun 2007. Angka ini juga membuat Indonesia menempati peringkat ketujuh dari negara dengan penderita diabetes terbanyak tahun ini,” ujar Prof Achmad saat ditemui pada acara Workshop for Journalist and Writing Competition yang digekar PT Novo Nordisk Indonesia di Oakwood Premier Cozmo, Jl Lingkar Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/3/2014).
Prof Achmad mengungkapkan dari 8,6 juta orang yang menderita diabetes, 5 hingga 10 persen di antaranya sudah menderita komplikasi akibat penyakit itu. Sedangkan 50 persen di antaranya diketahui sebelumnya bahwa mereka belum mengerti tentang diabetes.
“50 Persen dari 8,6 juta orang itu tidak terlalu paham mengenai diabetes. Lalu 30 persen menderita diabetes yang bermasalah dengan gula darah saja. Sedangkan 10 persennya sudah sampai pada tahap komplikasi,” tambah Prof Achmad yang merupakan Ketua dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni).

Peneliti Pastikan Istilah ‘Gemuk Tapi Sehat’ Hanya Mitos

Thursday, May 21, 2015 @ 06:05 AM
posted by admin
Istilah gemuk tapi sehat masih sering didengar di keseharian. Artinya, terdapat orang-orang gemuk yang nyatanya tidak memiliki masalah kesehatan. Padahal, sebenarnya kondisi ‘gemuk tapi sehat’ hanyalah sebuah fase masalah kesehatan yang tertunda.
Ya, studi yang dilakukan peneliti di University College London menegaskan bahwa keadaan gemuk tapi sehat hanya fase tertunda dari makin gemuknya seseorang yang dibarengi dengan gangguan kesehatan. Untuk studi ini, peneliti melibatkan sekelompok pekerja usia 39-62 tahun.
Selama 20 tahun, perubahan kesehatan peserta akan dicatat dengan interval lima tahun. Di awal penelitian, 66 peserta diberi label ‘orang dewasa gemuk yang sehat’ dengan BMI lebih dari 30 dan tingkat metabolisme, termasuk kolesterol, tekanan darah, dan gula darah yang normal.
Nah, setelah 20 tahun diamati, separuh dari peserta telah membuat catatan bahwa fungsi metabolik mereka menjadi tidak sehat, meskipun tanpa disertai perubahan berat badan. Dikatakan ketua peneliti, Joshua Bell, waktu adalah faktor utama terjadinya perubahan tersebut.
“Memang untuk satu waktu tertentu, kelebihan bobot belum terlihat pengaruhnya pada fungsi metabolisme tubuh dilihat dari kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah. Tapi seiring berjalannya waktu, fungsi metabolisme ini pun akan terganggu,” tutur Bell.
“Dengan kata lain, istilah gemuk tapi sehat atau fit outside fat inside tidak ada. Karena dalam jangka waktu panjang, bagaimanapun kegemukan bisa berakibat buruk pada kesehatan” imbuh Bell dalam laporannya di Journal of The read more

JAKARTA – Kesibukan sering kali menjadi alasan utama orang untuk tidak memulai hari dengan sarapan. Padahal, kegiatan makan di pagi ini adalah salah satu bagian penting untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Menurut Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS, sarapan sehat belum sepenuhnya terpenuhi di Indonesia. Dia menyatakan, 7 dari 10 orang di Indonesia tidak tahu dan tidak terpenuhi sarapan sehat setiap harinya.
read more