Cuma Perut yang Buncit Lebih Bahaya Ketimbang Gemuk Rata

Thursday, July 2, 2015 @ 07:07 AM
posted by admin
Rahma Lillahi Sativa – detikHealth
Jakarta, Orang-orang dengan berat badan normal namun memiliki lemak perut alias perut buncit berisiko meninggal lebih tinggi akibat penyakit jantung daripada orang-orang yang mengalami obesitas dengan kegemukan yang rata.
“Studi kamu menunjukkan jika indeks massa tubuh (BMI) seseorang normal bukan berarti risiko terkena serangan jantungnya rendah. Jangan salah, hal ini justru bergantung pada distribusi lemak di dalam tubuhnya,” ujar salah satu peneliti Dr. Fransisco Lopez-Jimenez, seorang pakar kardiologi dari Mayo Clinic di Rochester, Minn.
Setelah mengamati 12.785 orang dewasa di AS selama 14 tahun, peneliti menemukan bahwa dalam kurun waktu itu diketahui ada 2.562 partisipan yang meninggal dunia, 1.138 diantaranya akibat penyakit jantung.
Partisipan terbagi ke dalam enam kelompok berdasarkan tiga kelompok BMI yang telah ditentukan peneliti yaitu normal (18,5 sampai 24,9), kelebihan berat badan (25 sampai 29,9) dan obesitas (di atas 30).
Selain itu, partisipan juga diukur rasio lingkar pinggang dan pinggulnya untuk mengetahui jumlah lemak visceral atau lemak yang berada di seputar organ perutnya itu.
Bagi partisipan pria yang ukuran lingkar pinggangnya 90 persen lebih besar daripada ukuran pinggulnya maka peneliti menganggap rasio lingkar pinggang dan pinggulnya tinggi.
Kondisi ini juga berlaku bagi wanita; jika ukuran lingkar pinggarnya 85 persen lebih besar dari ukuran pinggulnya maka partisipan dianggap memiliki rasio lingkar pinggang dan pinggul yang tinggi.
Dari situ peneliti dapat menyimpulkan bahwa partisipan yang BMI-nya normal tapi rasio lingkar pinggang dan pinggulnya tinggi berisiko lebih tinggi untuk meninggal akibat penyakit jantung.
Bahkan jika penyebabnya bukanlah penyakit jantung atau penyakit lain, risiko kematiannya tetaplah yang tertinggi diantara keenam kelompok partisipan.
Risiko kematian akibat penyakit kardiovaskularnya 2,75 lebih tinggi dan risiko kematian akibat penyebab lainnya 2,08 lebih tinggi pada orang berberat badan normal tapi memiliki lemak perut, dibandingkan orang berberat badan normal dengan rasio lingkar pinggang dan pinggul yang normal juga.
“Tingginya risiko kematian akibat akumulasi lemak visceral dalam kelompok ini karena kondisi ini memunculkan resistensi insulin (RI) sehingga tubuh tak mampu mengelola lemak dengan baik,” ungkap peneliti lainnya, Dr. Karine Sahakyan seperti dilansir dari today, Selasa (28/8/2012).

Cuma Perut yang Buncit Lebih Bahaya Ketimbang Gemuk RataRahma Lillahi Sativa – detikHealth

Cuma Perut yang Buncit Lebih Bahaya Ketimbang Gemuk Ratailustrasi (Foto: Thinkstock)Berita LainnyaIngin Terlihat Kekar, Pemuda di Brazil Nekat Suntikkan Baby Oil ke LenganMakin Banyak Anak Kena Rabun Jauh, Ilmuwan Bikin Lensa Kontak KhususSoal Bentuk Ideal Payudara, Selera Dokter Bedah di Tiap Negara Ternyata BedaKeren! Kuba Sukses Eliminasi Penularan HIV dari Ibu ke AnakKaki Balita Ini Melepuh Usai Injak Mainan Logam karena Kondisi Suhu EkstremJakarta, Orang-orang dengan berat badan normal namun memiliki lemak perut alias perut buncit berisiko meninggal lebih tinggi akibat penyakit jantung daripada orang-orang yang mengalami obesitas dengan kegemukan yang rata.
“Studi kamu menunjukkan jika indeks massa tubuh (BMI) seseorang normal bukan berarti risiko terkena serangan jantungnya rendah. Jangan salah, hal ini justru bergantung pada distribusi lemak di dalam tubuhnya,” ujar salah satu peneliti Dr. Fransisco Lopez-Jimenez, seorang pakar kardiologi dari Mayo Clinic di Rochester, Minn.
Setelah mengamati 12.785 orang dewasa di AS selama 14 tahun, peneliti menemukan bahwa dalam kurun waktu itu diketahui ada 2.562 partisipan yang meninggal dunia, 1.138 diantaranya akibat penyakit jantung.
Partisipan terbagi ke dalam enam kelompok berdasarkan tiga kelompok BMI yang telah ditentukan peneliti yaitu normal (18,5 sampai 24,9), kelebihan berat badan (25 sampai 29,9) dan obesitas (di atas 30).
Selain itu, partisipan juga diukur rasio lingkar pinggang dan pinggulnya untuk mengetahui jumlah lemak visceral atau lemak yang berada di seputar organ perutnya itu.
Bagi partisipan pria yang ukuran lingkar pinggangnya 90 persen lebih besar daripada ukuran pinggulnya maka peneliti menganggap rasio lingkar pinggang dan pinggulnya tinggi.
Kondisi ini juga berlaku bagi wanita; jika ukuran lingkar pinggarnya 85 persen lebih besar dari ukuran pinggulnya maka partisipan dianggap memiliki rasio lingkar pinggang dan pinggul yang tinggi.
Dari situ peneliti dapat menyimpulkan bahwa partisipan yang BMI-nya normal tapi rasio lingkar pinggang dan pinggulnya tinggi berisiko lebih tinggi untuk meninggal akibat penyakit jantung.
Bahkan jika penyebabnya bukanlah penyakit jantung atau penyakit lain, risiko kematiannya tetaplah yang tertinggi diantara keenam kelompok partisipan.
Risiko kematian akibat penyakit kardiovaskularnya 2,75 lebih tinggi dan risiko kematian akibat penyebab lainnya 2,08 lebih tinggi pada orang berberat badan normal tapi memiliki lemak perut, dibandingkan orang berberat badan normal dengan rasio lingkar pinggang dan pinggul yang normal juga.
“Tingginya risiko kematian akibat akumulasi lemak visceral dalam kelompok ini karena kondisi ini memunculkan resistensi insulin (RI) sehingga tubuh tak mampu mengelola lemak dengan baik,” ungkap peneliti lainnya, Dr. Karine Sahakyan seperti dilansir dari today, Selasa (28/8/2012).

sumber : http://health.detik.com/read/2012/08/28/182346/2001402/763/cuma-perut-yang-buncit-lebih-bahaya-ketimbang-gemuk-rata?l771108bcj

One Response to “Cuma Perut yang Buncit Lebih Bahaya Ketimbang Gemuk Rata”

  1. [...] Cuma Perut yang Buncit Lebih Bahaya Ketimbang Gemuk Rata [...]


Leave a Reply